Myself and Space

Sacrifice Without a Fight

Duduk, diam, dan sendiri ….

Mencoba menuangkan segala WARNA RASA…

Bingar dan riuh hanya tertelan sendiri..

Mana ada orang lain mengerti?

Yang mereka tau itu cuma biasa.

Hmmm….

Merah, Jingga, Nila, Ungu, Kuning, Hijau, Biru?

Hanya pelangi yang punya..

Dan pelangi itu cuma satu!

Mana bisa aku miliki?

Yang aku tau, aku punya hitam putihku sendiri,

di dalam sini…

Oke, katakanlah pelangi tak muncul tiap hari..

Sesekali aku masih bisa menikmatinya..

Itupun jika kebetulan hujan turun di saat yang tepat,

terlalu tepat mungkin..?

He..he.., mana bisa aku meminta?

Pelangi itu kan, bukan milikku..

3 thoughts on “Sacrifice Without a Fight”

  1. bukankah menikmati pelangi itu lebih menyenangkan dibandingkan bermimpi untuk memilikinya?????karena pelangi juga punya rasa…rasa cinta dan kasih sayang yang mereka tebarkan melalui warna-warna mereka…dan sudah sepantasnya kita menikmati perasaan cinta yang mereka berikan…bukan hanya sekedar memilikinya…betapa egoisnya kita kalo kita menginginkan pelangi… sementara tidak hanya kita yang membutuhkan kasih dari pelangi…jadi berbagilah dengan semua…nikmati pelangi itu bersama orang lain…itu pasti lebih menyenangkan…

  2. hey…percayalah itu pelangimu….jika kamu mencoba mendatangkan pelangi dengan caramu…menempelkannya d dinding kamar mungkin…atau di kaca jendela….justru pelangi tidak eksis lagi…eksistensi pelangi hilang…hanya berbekas sebuah tempelan dinding mungkin….atau berdebu di kaca jendela…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s